08
Oct
07

(Lagi) Lima Alasan Mengapa Proyek PL Gagal

Ada dua pertanyaan mendasar yang sering muncul dan mengganggu dalam proyek perangkat lunak (software). Pertama, mengapa para profesional software yang cukup berkompeten menyetujui begitu saja tanggal penyelesaian proyek, ketika mereka sendiri tidak punya ide mencari titik temunya? Kedua,  mengapa para eksekutif yang cukup rasional langsung  menerima komitmen jadwal, ketika para insinyurnya tidak menunjukkan tanda-tanda bisa memenuhi komitmen tersebut? Selanjutnya, kemana software akan dikonsentrasikan, bila para eksekutifnya bersikeras menerima perjanjian yang samar-samar dan perencanaan yang tidak lengkap? Sementara, bila pihak manajemen tidak disiplin melakukan pendekatan pada komitmen jadwal, bisa membawa dampak   pada salah satu dari lima penyebab kegagalan yang biasa terjadi pada proyek perangkat lunak berikut ini.    

A. Unrealistic Schedules

Jangan dikira bahwa dengan menekan jadwal secara membabi buta akan mempercepat selesainya pekerjaan, tapi justru akan menundanya. Ketika menghadapi jadwal yang tidak realistis, anggota tim teknik sering berperilaku tidak rasional.  Mereka tergesa-gesa mengerjakan ‘requirement’, menghasilkan desain yang dangkal dan melakukan coding secara buru-buru. Perjuangan yang gila untuk membangun sesuatu dipastikan akan menghasilkan  produk PL berkualitas rendah dan berfungsi salah, sangat tidak sempurna dan mengalami keterlambatan waktu.

B. Inappropriate Staffing                            

Hanya ada cara untuk menyelesaikan proyek teknik dengan cepat dan efisien yaitu dengan menempatkan sejumlah orang yang tepat dan kemudian memproteksinya dari banyaknya interupsi dan gangguan. Hal ini bisa membangun motivasi dan teamwork yang efektif, yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Karena bila manajer gagal memberikan  waktu yang tepat, sumberdaya yang layak dan cukup terlatih, proyek tersebut  biasanya akan gagal. 

C. Changing Requirements During Development

Ketika mulai mendesain dan membangun produk, tim teknik harus mengetahui produk apa yang mereka buat. Sayangnya pihak manajemen, pemasaran dan bahkan para pengguna sering tidak mengetahui apa yang mereka inginkan. Lebih parah lagi, mereka pikir mereka mengetahuinya dan kemudian mengubahnya sebagian lewat pekerjaannya. Padahal, ketika ada perubahan kebutuhan (atau tujuan) di tahap awal pekerjaan, biasanya akan ada sesuatu  yang pada akhirnya ikut berubah. Hal ini bisa dikatakan sebagai pemborosan waktu dan biaya dan bisa mengacaukan pekerjaan

D. Poor-QualityWork

Ketika eksekutif menerapkan jadwal yang tidak realistis, proyek PL bahkan tidak hanya mengalami keterlambatan dalam pengiriman hasil produk namun hasil produknya juga tidak bisa bekerja. Ada sebuah ungkapan tentang kualitas PL “ bila tidak ada hal yang harus dikerjakan, kita bisa membuatnya sangat cepat”. Tetapi sistem akan mengalami bencana, karena setiap saat tidak bisa dipastikan perubahan  apa yang dibuat dalam produk atau ketika penggabungan produk

E.  Believing in Magic

Commercial off-the-shelf software (COTS)  merupakan cara yang menarik untuk menghemat waktu dan biaya pengembangan proyek. Tetapi COTS bukanlah sebuah peluru perak. Jika ia tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan bencana. Produk COTS bisa bekerja secara sempurna untuk keperluan “demo”, misalnya bila terjadi benturan ketika diterapkan pada konfigurasi perangkat keras yang berbeda, laju data yang lebih tinggi atau bahkan bila ada kesalahan memasukkan data. Harusnya dilakukan pengujian yang cukup untuk menyingkap kondisi yang tidak pernah dicoba sebelumnya. Jika ternyata program tersebut menyusahkan pada saat dilakukan uji coba, hampir bisa dipastikan akan menemui banyak kendala ketika digunakan dalam produksi.


0 Responses to “(Lagi) Lima Alasan Mengapa Proyek PL Gagal”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: