01
Oct
07

Mengapa Proyek Perangkat Lunak Sering Gagal ?

Proyek perangkat lunak sering tidak berhasil. Menurut sebuah penelitian, tingkat kegagalan proyek perangkat lunak berskala besar bisa mencapai 50% hingga 80 %. Data tersebut bisa saja belum menggambarkan realitas sesungguhnya, mengingat sifat alami manusia yang cenderung suka menyembunyikan kabar buruk, sehingga kondisi  riilnya bisa lebih besar dari angka itu. 

 Standish Report Version           

Menurut  Standish Report (USA), outcome sebuah software engineering project dapat dikelompokkan dalam 3 katagori :

  1. Successful, dimana proyek tersebut bisa selesai tepat waktu dengan biaya yang tidak berubah dan menghasilkan feature & function seperti yang diharapkan.
  2. Challanged, dimana proyek tersebut bisa diselesaikan  dan mampu beroperasi baik, namun waktu penyelesaiannya molor, biaya membengkak dengan feature & function yang lebih sedikit dari yang direncanakan semula.
  3. Failed, dimana proyek dihentikan ketika masih dalam siklus pengembangan dengan alasan tidak lengkapnya daftar kebutuhan (requirement) yang diinginkan. Tentu saja produk perangkat lunaknya tidak pernah diimplementasikan dan dibongkar dari instalasi.   

Sebagai gambaran betapa masih tingginya tingkat kegagalan proyek perangkat lunak di negara yang telah maju sekalipun, tabel berikut menunjukkan perkembangan tingkat keberhasilan proyek pengembangan perangkat lunak (software development project) di Amerika Serikat dari tahun ke tahun :

b.JPG

Dampak kegagalan seperti yang dilaporkan Standish Report tersebut berakibat pada pemborosan SDM dan peralatan, hilangnya dana klien, kerugian instalasi, bahkan hilangnya sebuah kehidupan. Dan ketika diproses di lembaga hukum, aduannya banyak dimentahkan oleh pihak pengadilan. Padahal biaya peradilannya sendiri seringkali lebih besar dari pada coding cost yang dipermasalahkan itu. Dan sekalipun telah lebih dari 12 tahun berselang, seperti dalam laporan terbaru Standish Report (2006), bahwa proyek perangkat lunak yang dibuat mulai 2006 yang berkatagori sukses baru beranjak ke level 35% (dari 16,2 % di tahun 1994). Ini berarti baru 35% dari proyek perangkat lunak yang bisa selesai tepat waktu, tepat biaya dan memenuhi kebutuhan user.  Lebih lanjut dilaporkan bahwa proyek yang sama sekali gagal  turun menjadi 19% (dari 31,1% ditahun 1994), sedangkan proyek yang termasuk dalam kelompok challenged turun menjadi 46% (dari kisaran 52,7% di tahun 1994). 

OXPORD University Version 

Sebuah kajian yang lain dilakukan oleh laboratorium komputer OXPORD University, yang menyebutkan bahwa ketidakberhasilan sebuah proyek perangkat lunak banyak disebabkan karena :1.    Kegagalan mengkomunikasikan permintaan klien dengan anggota team desain inti.2.    Kurangnya metode yang dapat menjamin requirement statement yang konsisten, akurat dan lengkap. 3.    Ketidakmampuan mengatasi perubahan (evolusi) permintaan klien (user).Penelitian tersebut juga berhasil menyimpulkan bahwa biang kegagalan sebuah proyek perangkat lunak yang paling umum adalah ketidakberhasilan dalam mendefinisikan permintaan klien secara akurat. Dan kesalahan yang sering terjadi selama ini bukan karena suatu faktor yang misterius, melainkan  kesalahan yang baru diketahui di kemudian hari setelah proses pengembangan perangkat lunak telah berubah cukup jauh.  

Software Project Suscces

Perlu diketahui bahwa Standish Group dibawah pimpinan Jim Johnson telah mengamati tingkat keberhasilan proyek perangkat lunak secara konsisten sejak tahun 1994, dan mengeluarkan laporannya setiap 2 tahun sekali (kecuali di tahun 2004). Johnson menunjuk 3 faktor yang bisa memperbaiki kualitas produk perangkat lunak yaitu manajemen proyek yang lebih baik (better project management), pengembangan berulang (iterative development) dan kemunculan prasarana Web (the emerging Web infrastructure).Perbaikan manajemen proyek yang dimaksud adalah dalam pengertian keahlian maupun segi teknik. Seorang manajer harus memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika proyek. Harus bisa mempermudah orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan merupakan bagian proses pembelajaran untuk iterative development yang dapat membuat orang lain dapat menyatakan secara jelas apa yang mereka harapkan dari hasil proyek secara lebih baik. Dan pada akhirnya kehadiran Web akan memainkan peran yang sangat penting, dimana suatu ide yang diperoleh bisa dipublikasikan secara cepat dan orang lain dapat mempelajarinya, menganalisanya dan memberikan umpan balik agar menjadi informasi yang lebih dinamis.  (Diolah dari berbagai sumber ).


0 Responses to “Mengapa Proyek Perangkat Lunak Sering Gagal ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: